Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Tulisan Indie Untukmu.

Semesta, semesta, semesta... Kalau kata anak indie, mereka selalu membawa semesta dalam kamus kepala mereka. “Semesta seringkali bekerja dengan kejutan...” Sudah seperti anak indie belum kalimatku? Kurasa ini bukan salah semesta, langit, cakrawala, ataupun semua yang menghias menggantung di langit. Sungguh, bukan salah mereka, Ce. Tapi salahku yang mencintaimu dengan rumit, Perasaanku terkadang bergejolak tak menentu, Apalagi saat berbicara denganmu. Oh iya? Kita memang belum bertemu lagi sih. Tapi sepertinya aku tahu, aku akan kesulitan berbicara padamu jika bertemu. Perasaanku padamu begitu rumit, Ce. Harusnya dengan mudah aku mencintaimu, Seperti kata Sapardi, ‘Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.’ Sungguh begitulah juga aku! Ini sedih yang tak berujung bagiku, Ce. Ujungnya bagiku tak terlihat, karena akupun belum mengenalmu. Hari-hariku sepertinya semakin indie saja, Ce. Tanpamu tampaknya akan melahirkan banyak tulisan indie ke depan. Aku bahkan tak bisa membedakan mana senja da...

Masa Muda, Emosi, dan Esensi

Masa Muda, Emosi, dan Esensi “Awas lho ya nanti beneran kejadian.” Kata kata itu terlontar oleh wanita yang sangat saya kagumi dan cintai, anggap saja Mawar. Saat saya menyanyikan lagu mendiang Bung Glenn yang berjudul “Januari”. Saya sempat bercanda pada Mawar soal lagu itu, entah mengapa. Saya hanya bercanda. Beberapa bulan kemudian, saya melihatnya dengan pria lain. Dengan katanya, “saya ingin menikmati waktu saya bersama teman-teman,” Jelas memang bukan saat Januari kami berpisah. Tepatnya Desember. Tapi butuh waktu yang lebih dari “satu” Januari bagi saya untuk melepaskan dia. Hari – hari bagi saya seperti gelap tanpanya, saya sepertinya kehilangan sesuatu, tapi entah bagaimana, saya tak dapat menjelaskannya, apa yang hilang dari saya. Mawar, telah menjadi bagian dari dalam diri saya, membentuk sebagian kecil dari diri saya sekarang. Saat saya dengan Mawar, saya pikir, dialah satu-satunya itu. “Dialah yang akan mengisi hari tua saya nanti..” ucapku dengan angkuh. Ucapku dengan cer...