Tulisan Indie Untukmu.

Semesta, semesta, semesta...
Kalau kata anak indie, mereka selalu membawa semesta dalam kamus kepala mereka.
“Semesta seringkali bekerja dengan kejutan...”
Sudah seperti anak indie belum kalimatku?

Kurasa ini bukan salah semesta, langit, cakrawala, ataupun semua yang menghias menggantung di langit. Sungguh, bukan salah mereka, Ce.
Tapi salahku yang mencintaimu dengan rumit,
Perasaanku terkadang bergejolak tak menentu,
Apalagi saat berbicara denganmu.
Oh iya? Kita memang belum bertemu lagi sih. Tapi sepertinya aku tahu, aku akan kesulitan berbicara padamu jika bertemu.

Perasaanku padamu begitu rumit, Ce.
Harusnya dengan mudah aku mencintaimu,
Seperti kata Sapardi,
‘Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.’
Sungguh begitulah juga aku!

Ini sedih yang tak berujung bagiku, Ce.
Ujungnya bagiku tak terlihat, karena akupun belum mengenalmu.

Hari-hariku sepertinya semakin indie saja, Ce. Tanpamu tampaknya akan melahirkan banyak tulisan indie ke depan. Aku bahkan tak bisa membedakan mana senja dan fajar, karena tak lagi kita berbincang, saling menyambut pagi, dan malam lagi.

Ini salahku. Bukan anak indie. Semesta, fajar, senja, ataupun lainnya.

Ce, mohon ceritakan saja peluhmu. Kupingku takkan lelah mendengarnya.
Salam hangat, dan pelukku,
Anak Indie-mu.

Komentar